Tentang Pembelajaran Mendalam (deep learning)
PGRI Cijeungjing>Pendidikan>Pembelajaran mendalam
Tentang Pembelajaran Mendalam (deep learning)
PGRI Cijeungjing>Pendidikan>Pembelajaran mendalam
Cijeungjing (08/10).Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk tidak sekadar menghafal informasi, tetapi mampu memahami konsep secara utuh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, berpikir kritis, serta menerapkan apa yang dipelajari dalam berbagai situasi. Pembelajaran mendalam menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang terlibat dalam proses menemukan, mengolah, dan menggunakan pengetahuan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran diarahkan agar berlangsung secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga pengalaman belajar tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan kemampuan memecahkan masalah.
Contoh penerapan pembelajaran mendalam dapat dilakukan pada materi lingkungan dan pengelolaan sampah di sekolah dasar. Guru tidak hanya menjelaskan jenis-jenis sampah melalui buku, tetapi mengajak peserta didik mengamati kondisi lingkungan sekolah, mengidentifikasi masalah sampah, mengelompokkan sampah organik dan anorganik, melakukan wawancara sederhana, kemudian merancang solusi seperti membuat tempat sampah terpilah atau mengolah sampah menjadi produk sederhana. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata, bekerja sama, berpikir kritis, menghasilkan karya, dan melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.
Istilah deep learning dalam konteks pendidikan sering digunakan untuk menggambarkan proses belajar yang menghasilkan pemahaman lebih mendalam dan kemampuan menerapkan pengetahuan. Namun, istilah ini perlu dibedakan dari deep learning dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yaitu teknologi pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan saraf berlapis untuk mengenali pola dan mengolah data. Dalam pendidikan, pemanfaatan teknologi berbasis AI dapat mendukung pembelajaran mendalam, misalnya membantu guru menyediakan sumber belajar yang lebih beragam, memberikan umpan balik, membuat simulasi, atau membantu peserta didik mengeksplorasi suatu topik. Teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung, sedangkan proses berpikir, kreativitas, kolaborasi, karakter, dan pengambilan keputusan tetap menjadi bagian penting dari pengalaman belajar peserta didik.
Aset Rumah Pendidikan Terintegrasi dapat dipahami sebagai pemanfaatan berbagai sumber daya dan layanan digital pendidikan secara terpadu untuk mendukung proses pembelajaran. Integrasi tersebut memungkinkan guru, peserta didik, satuan pendidikan, dan pihak terkait memanfaatkan berbagai aset seperti sumber belajar digital, perangkat teknologi, data pendidikan, komunitas pembelajaran, platform pembelajaran, serta layanan pendukung lainnya. Dengan integrasi aset tersebut, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan terdiferensiasi, sementara peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar melalui berbagai sumber dan media. Pemanfaatan aset digital hendaknya tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran, bukan sekadar penggunaan teknologi.
Pembelajaran mendalam dan Aset Rumah Pendidikan Terintegrasi dapat saling memperkuat. Pembelajaran mendalam memberikan arah pedagogis agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sedangkan aset pendidikan terintegrasi menyediakan sumber daya, teknologi, informasi, dan lingkungan yang dapat mendukung tercapainya tujuan tersebut. Guru dapat memulai pembelajaran dari masalah nyata, memanfaatkan sumber belajar digital untuk eksplorasi, mengajak peserta didik berkolaborasi dan menghasilkan karya, kemudian menggunakan teknologi untuk dokumentasi dan refleksi. Dengan demikian, teknologi dan berbagai aset pendidikan bukan menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi ekosistem pendukung untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, aktif, mendalam, dan berdampak bagi peserta didik.(Admin)
Info Tambahan :
Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Menguatkan Arah Kebijakan melalui Pembelajaran Mendalam Sumber : kemendikdasmen >>>
Recent Post :
Pengurus PGRI Cabang Cijeungjing Lantik Pengurus Ranting Masa XXIII 2025-2030
Sukacita Puncak Peringatan Hari Guru di Cijeungjing, Rangkul Hangat Para Purnabakti
Rapat Anggota PGRI Cijeungjing dihadiri Pengurus Inti
Rapat Perdana PGRI Cijeungjing : Andi Juandi Tekankan Soliditas dan Perencanaan Strategis.
Galeri Foto :